Saya, Buku, dan Cerita

Assalamu’alaykum

Selamat sore. Cove Buku

Kali ini, saya akan menuliskan sedikit resensi mengenai buku yang baru saja saya beli dan selesai membacanya, yaitu

“The Idiots: Kisah Tiga Mahasiswa Konyol”

Buku ini merupakan novel terjemahan yang judul aslinya adalah: “Five Point Someone” yang ditulis oleh Chetan Baghat, seorang novelis berkebangsaan India. Kalau melihat judulnya, mungkin beberapa dari kita sudah familiar.. Yup, novel inilah yang menjadi inspirasi pembuatan film Bollywood yang memiliki pendapatan terbesar sepanjang masa dalam sejarah perfilman Bollywood itu sendiri, Three Idiots. Tapi, para penonton Three Idiots jangan mengharapkan jalan cerita yang sama antara film dengan novelnya. Mengapa demikian? Mari kita lihat lanjutannya.

Cerita

Novel ini menceritakan tentang kisah persahabatan tiga mahasiswa: Hari Kumar, Alok Gupta, dan Ryan Oberoi. Tiga orang yang memasuki India Institute of Technology (IIT) yang merupakan kampus terbaik di India. Ceritanya diawali dengan adegan di dalam ambulance dimana Alok sedang terkapar dengan belasan patah tulang dan darah yang bersimbah seperti habis kecelakaan hebat yang menghabisi dirinya. Kemudian masuk ke dalam Bab 1 yang berisi perkenalan mereka ketika mereka menjalani OSPEK di kampus. Dilanjutkan dengan kisah mereka di kelas, kisah percintaan Hari dengan Neha, anak kepala jurusan Teknik Mesin, kisah kenakala Ryan, perdebatan Ryan dan Alok mengenai cara belajar, dan dinamika kehidupan mahasiswa jurusan teknik dengan segudang persoalan.

Five Point Someone vs Three Idiots

Jujur saja, saya berekspektasi novel ini akan mirip dengan Three Idiots, tokoh Ranchoddas Chancah, Raju Rastogi, dan Farhan Qureshi. Tapi begitu melihat tokohnya dengan nama yang lain (Ryan Oberoi, Alok Gupta, dan Hari Kumar), maka ekspektasi saya salah. Bagian awal novel ini saja tidak mirip dengan film Three Idiots, adegan dimana Rancho melawan senior dengan menggunakan sendok sebagai konduktor listrik, berbeda dengan adegan awal buku ini di mana Ryan melindungi sahabatnya dengan menggunakan pecahan botol Coca Cola untuk melawan Senior. Pia Shahastrabuddhi sebagai anak Viru Shahastrabuddhi yang menjalin kisah asmara dengan Rancho, sangat berbeda dengan penokohan Neha, anak ketua jurusan teknik IIT yang bernama Prof. Cherian. Jadi, bagi kita yang sangat menyenangi film Three Idiots, akan merasa sedikit kecewa pada awalnya, namun kita masih bisa menemukan benang merah dan kesamaan-kesamaan antara novel ini dengan film Three Idiots tersebut.

Buku ini ditulis dengan menggunakan gaya orang pertama, Hari berperan sebagai pencerita dalam buku ini. Dia menceritakan bagaimana dia akan menulis buku mengenai persahabatan mereka bertiga apabila Alok berhasil selamat dari kecelakaan yang menimpanya yang membuat dia nyaris meninggal.

Cerita dalam buku ini menurut saya cukup menarik, meskipun saya tetap tidak bisa meninggalkan alur cerita dari Three Idiots dan terus membanding-bandingkan alur dalam buku ini dengan film tersebut. Namun, bagi kita yang pernah mengenyam pendidikan di bangku universitas, terutama anak jurusan teknik, (karena saya jurusan akuntansi, mungkin ada beberapa hal-hal yang tidak pernah saya alami selama kuliah), akan merasa novel ini sangat dekat dengan kita. Tentang perjuangan di perkuliahan, kenakalan-kenakalan kita selama kuliah, asmara yang mungkin dialami oleh sebagian mahasiswa selama perkuliah, berkutat dengan dosen dan seabrek tugas serta ujian, membuat saya merasa novel ini menghibur karena berhasil membuat saya mengingat kembali masa-masa kuliah saya yang sudah lewat dan kembali membuat saya mengingat teman-teman selama kuliah.

Kesimpulan

Terlepas dari mirip atau tidaknya novel ini dengan filmnya, saya merasa novel ini menghibur dan bisa membuat kita tertawa ataupun tersenyum di beberapa bagian, tidak habis pikir di beberapa bagian, dan mungkin, merasa bahwa kita pernah melakukan tindakan yang dilakukan oleh tiga sahabat tersebut itu selama kita berkuliah.

Selamat membaca.

Cover BukuAssalamu’alaykum

Kali ini saya ingin membahas mengenai buku yang baru saja saya baca, judulnya adalah The Cuckoo’s Calling (Dekut Burung Kukuk) yang ditulis oleh Robert Galbraith. Saya tahu buku ini ketika sedang melihat lini masa Twitter, ada berita online yang menyebutkan bahwa ternyata pengarang buku ini adalah J.K. Rowling yang menyamar menjadi Robert Galbraith, seorang pensiunan tentara yang memutuskan untuk menulis buku tentang dektektif, Didorong oleh rasa penasaran, saya mencari-cari buku ini di beberapa toko buku, namun tidak menemukannya. Setelah mencari-cari, akhirnya di situs http://www.bukabuku.com, diberitahu oleh teman, bahwa sudah ada pre-order untuk pemesanan buku ini, dan saya langsung memesan buku yang sudah saya baca ini.

Isi Cerita

Buku ini menceritakan tentang seorang pensiunan tentara, atau bekas tentara, Cormoran Strike, berkaki satu, memiliki masalah keuangan, diancam pembunuhan, serta baru saja putus dari pasangannya, menyelidiki kasus kematian seorang supermodel asal Inggris yang bernama Lula Landry, yang menurut keteranga polisi dan pers, melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari balkon flat nya ke jalanan bersalju yang menghabisi nyawanya saat itu juga. Dia diminta bantuan oleh kakak angkat Lula Landry, yaitu John Bristow yang meyakini bahwa kasus Lula Landry ini adalah pembunuhan. Dengan bantuan dari sekretaris temporernya, Robin Ellacott, Cormoran Strike menyelidiki asal mula kasus ini, hubungannya dengan keluarga angkat Lula Landry, masa lalunya, orang tua kandungnya, dan akhir yang sangat tidak disangka-sangka.

Robert Galbraith

Saya sebenarnya sedikit merasa “menyesal” telah mengetahui bahwa sang penulis adalah J.K Rowling itu sendiri. Karena saya pasti akan membandingkannya dengan buku-buku sebelumnya, Harry Potter dan The Casual Vacancy. Dengan setting di Inggris masa sekarang, sangat terasa gaya penulisan J.K. Rowling yang sangat kita kenal di buku-buku sebelumnya. Deskripsi daerah Inggris yang detail, Stasiun Charing Cross nya, daerah London, dll. Namun harus saya akui bahwa saya tidak pernah menyangka kalau ini ditulis oleh pengarang Harry Potter tersebut. Saya memang belum pernah membaca The Casual Vacancy, namun cerita buku ini sangat berbeda dengan Harry Potter. Layer-layer kisahnya, kisah drama percintaan antara Cormoran Strike dan mantan kekasihnya Charlotte, kisah mengenai kekaguman Cormoran Strike pada sekretaris temporernya, Robin, alur cerita yang membuat saya agak berat untuk melepaskan buku ini dari tangan meskipun sudah dilanda ngantuk yang amat sangat ketika malah hari sepulang bekerja (satu-satunya waktu yang mana saya bisa membaca dengan tenang) benar-benar membuat penasaran dan akhir dari kisahnya yang tidak disangka-sangka benar-benar bisa membuat saya berteriak “SHUT UP!!” sambil membaca buku (sok Inggris ceritanya :D)

Satu-satunya yang saya tidak suka dari buku ini adalah penggambaran tentang Charlotte yang begitu sedikit, klimaks yang kurang klimaks (yang mana hanya berita tentang Charlotte bertunangan kembali dengan Jago Ross, orang kaya, yang menyukai Charlotte, namun ditolak mentah-mentah hanya karena Charlotte ingin bersama Strike). Semoga di sekuelnya (rumornya tahun 2014 ini) bisa lebih dijelaskan mengenai Charlotte lebih lanjut.

Redaksional

Saya memang bukan editor buku yang handal, tapi saya senang saja memperhatikan bahasa-bahasa dalam buku. Ada beberapa kata yang bukan bahasa baku di KBBI, seperti “kedikan” dan “semriwing” yang saya temukan di buku ini. Namun, kalau menurut saya pribadi, mungkin penerjemah menuliskan kata tersebut agar para pembaca lebih mengerti.

Namun ada kesalahan, menurut saya, dalam penulisan kalimat. Misalnya seperti pada halaman 33

“Pertanda dari Charlie. Yang mengatakan bahwa saya tidak keliru.”

seharusnya

“pertanda dari Charlie yang mengatakan saya tidak keliru”

halaman 465

“Suaranya tipis dan dan pecah…”

seharusnya

“Suaranya tipis dan pecah” (mungkin kata “dan” tercetak dua kali)

Ada juga kata yang saya baru tahu kalau memang bentuk bakunya seperti itu, seperti pada halaman 121 ada kata “blakblakan”, ternyata setelah melihat KBBI, format penulisannya memang seperti itu. Atau kata “sopir” yang saya kira seharusnya “supir” ternyata memang bisa ditulis dengan kedua bentuk.

Kesimpulan

Terlepas dari kentalnya nuansa J.K. Rowling di novel ini, saya harus katakan bahwa J.K Rowling berhasil membuktikan bahwa dia bukan hanya “One Trick Pony” atau “Seven Trick Pony” yang mungkin hanya kita kenal lewat karya Harry Potter nya. Tapi bisa lepas dari pakem tersebut dan menulis suatu kisah yang -menurut saya- luar biasa.

Kalau suka cerita detektif, selain Sherlock Holmes, Hercules Poirot, dan Miss Mapple, kita kedatangan satu lagi detektif partikelir dari Inggris yang mungkin bisa melengkapi perbendaharaan novel-novel kriminalitas yang berkualitas tinggi dan layak untuk dibaca.

Selamat Membaca

P.S. Rumornya sekuel dari novel ini akan keluar pada tahun 2014 (alias tahun ini!!!)

BANDUNG

Berlibur di Bandung

Assalamu’alaykum Alhamdulillah setelah sekian lama bisa menulis lagi di blog ini. Semoga nanti bisa update terus tidak hanya dengan cerita pribadi, tapi juga yang lebih bermanfaat. Aamiinn Kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman berlibur di Bandung bersama dengan mas Sam dan Mbak Faolina sekeluarga.

Setelah sumpek dan butek dengan kesibukan kantor dan tragedi “kesetaraan”, maka ada ajakan liburan ke Bandung yang sepertinya sangat sayang untuk dilewatkan. Sebenarnya rencana awalnya, kami Trio Hore (mas Sam, mas Joko, dan saya) ingin hunting foto dari kereta api sambil jalan-jalan ke Bandung. Namun, karena mas Joko harus menemani istrinya yang datang ke Jakarta karena ingin menyaksikan pertandingan marching band tingkat nasional yang diikuti oleh adiknya mas Joko, maka mas Joko batal berangkat. Akhirnya rencananya hanya saya dan mas Sam yang berangkat.

Kemudian, mas Widi menawarkan diri menjadi tour guide selama di bandung, dan mbak Faolina menawarkan diri untuk pakai mobilnya saja sekalian liburan sekeluarga. Rencana awalnya mas Widi dan bang Rinaldi (suaminya mbak Faolina) akan gantian nyetir, secara saya dan mas Sam ga bisa nyetir. Tapi, tiba-tiba mas Widi membatalkan keikutsertaannya karena harus menemani istrinya ke dokter pada tanggal tersebut. Oh ya, kami berencana berangkat pada tanggal 25 Desember dan menginap di Bandung lalu kembali pada tanggal 26 Desember siang. Karena mas Widi batal ikut, tapi seperti lagunya Queen.. “Show must go on!!!” in thsi case “Vacation must go on!!!” Jadinya, suami mbak Fao nyetir sendirian selama perjalanan dan meskipun tidak enak hati, saya akhirnya tetep ikut jalan-jalan. Rencana kami adalah pergi ke Ciwidey.

Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan (http://id.wikipedia.org/wiki/Ciwidey,_Bandung). Tujuan di Ciwidey adalah Kawah Putihnya. Karena saya belum pernah ke sana, tentu saja senang dong!!!. Semua harus dipersiapkan… termasuk gear saya, kamera pocket yang untuk membelinya saya harus menabung selama 9 bulan. Kawah putih merupakan sebuah danau hasil letusan Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kawah_Putih).

Perjalanan ke kawah putih memakan waktu cukup lama. Kami berangkat dari kantor pada pukul 6 pagi dan tiba di kawah putih pada pukul 10.30 WIB. Perjalanan cukup panjang karena lokasinya memang agak jauh dari Bandung, Jalan menuju kawah putihnya juga kecil dan sempit juga menanjak dan berbelok-belok. Kami sempat salah mengambil jalan memutar yang lebih jauh karena memang belum pernah ke sana. Bermodalkan GPS dan Peta, kami menuju ke sana. Sempat harap-harap cemas juga karena mengapa tidak ada tanda jalan misalnya “Kawah Putih 1000m” seperti itu. Akhirnya ketika mendekatai 1000 m, kami melihat petunjuk jalan yang menuju ke Ciwidey. Untuk menuju kawah putihnya ada 2 cara, pertama dengan kendaraan pribadi dan kita bisa parkir di dekat kawah, yang kedua, parkir di bawah (sepertinya di kaki gunung nya), lalu pergi ke kawah dengan menggunakan sejenis angkutan umum yang khusus ke kawah putih. Biayanya kalau saya tidak salah Rp15.000. Kami memilih cara kedua, selain lebih praktis, bisa beristirahat juga sembari melihat-lihat pemandangan hutan. Perjalanan ke aatas kawah memakan waktu sekitar 30 menit.

Di Kawah Putihnya, ternyata sudah ramai pengunjung. Banyak juga yang berjualan masker mungkin bagi yang tidak tahan dengan bau belereang, memakai masker merupakan cara yang baik agar tidak cepat pusing, apalagi kalau kita membawa anak-anak. Sebaiknya dipasangkan masker agar anak-anaknya tidak pusing. Dari pengeras suara terdengar kalau maksimal kunjungan ke pusat kawah adalah 15 menit, namun banyak juga yang berkunjung hinggal lebih dari 1 jam. Kami di sana juga cukup lama, hampir 1 jam. Langsung saya ambil kamera, dan pilih spot untuk memfoto. Terima kasih pada mas Sam yang mengajari saya bagaimana mencari spot. Yang penting menurut kita menarik, dan harus tepat komposisinya. Lokasinya indah, dan yang penting, bersih!! Hampir tidak ada sampah yang bertebaran sepanjang jalan. Warna airnya yang biru, hijau, dan putih sangat memanjakan mata. Tak heran kalau lokasi ini sering dijadikan tempat wisata dan lokasi foto pre wedding bagi pasangan yang akan menikah, seperti yang saya lihat ketika berkunjung ke sana, ada pasangan yang sedang melakukan pengambilan foto pre wedding disana. Menjelang pukul 12.00 WIB, saya dan romobongan beranjak menuju ke Bandung, ke penginapan. Kami beruntung juga bahwa selama perjalanan pulang, macetnya tidak banyak. Sepanjang jalan melihat kebun sayur yang pada umumnya adalah kubis, wortel, selada, dan tentu saja buah stroberi. Sayang sedang tidak musim. Kalau musim, mungkin akan berhenti dulu untuk wisata memetik stroberi.

Menuju ke Bandung, kami singgah untuk makan di wang Bang Haji Doel. Sayang fotonya tidak ada. Warungnya terkenal dengan masakan mie nya. Beragam!!! Mulai dari bakso, pangsit, dan mie kocok Minumnya juga. Dan yang terpenting, harganya cukup terjangkau untuk ukuran restoran yang sudah terkenal. Ada kejadian unik ketika makan di sini. Pada saat itu, saya memesan mie kocok yang terdiri dari mie, bakso, tauge, dan kikil sapi yang direndam dalam kuah kaldu. Enak banget!!! Menurut saya sih… sesudahnya dari sana dan ketika kami dalam perjalanan pulang, saya merasa perut saya panas dan pusing. Saya pikir, mungkin karena saya makan mie nya pakai cuka, sehingga perut saya bereaksi. Namun, kejadian selanjutnya adalah, saya merasa nyeri dari punggung kaki sampai tengkuk, dan pusing luar biasa. Saya berpikir saya kenapa, dan saya masih memaksakan untuk bangun dan tidak tertidur karena tidak enak. Saya tidak nyetir, nebeng mobil temen, dan tidur!!! Etika tebeng-menebeng tidak seperti itu… Tapi saya tidak tahan dan akhirnya tertidur juga dan baru terjaga ketika sampai di Bandung. (Sekembalinya ke Jakarta, saya tes darah dan ternyata koleserol saya diatas normal dan tidak wajar untuk usia saya, which is, 24 tahun)

Di Bandung, kami menginap di FaveHotel Braga Bandung, Mungkin kalau di Medan seperti di Kesawan Square ya. Di sisi jalan banyak cafe-cafe, galeri, penjual lukisan, dan tempat makan atau juga minimarket. Hotelnya bagus untuk ukuran Budget Hotel, dan kamarnya juga nyaman meskipun agak sempit. Toh, hanya untuk tempat tidur. Tarifnya juga terjangkau. Kamar saya dan mas Sam, Twin Bedroom, per malamnya tidak sampai Rp400.000, hanya Rp355.000 kalau saya tidak salah ingat. Di Hotel, saya dan mas Sam Cuma sebentar. Mas Sam mengajak saya jalan-jalan sembari menunggu maghrib. Berjalan-jalan di sekitar Braga, ke Bank Indonesia, ke Kantor Walikota Bandung, ke Balai Kota, dan akhirnya kaena saya belum pernah ke Paris Van Java, maka saya diajak ke PVJ. Ternyata PVJ itu mall… saya kira seperti pusat nongkrong anak muda seperti di Merdeka Square. Tapi, saya tetap saja senang karena tetap saja liburan.

Kami ke PVJ naik angkot, dari depan gereja (saya lupa jalan apa), naik angkot, turun di fly oveer (saya juga lupa dimana), lalu naik angkot warna kuning yang langsung turun di depan PVJ. Di PVJ Cuma lihat-lihat sebentar, lalu makan di Burger King (saya baru pertama kali makan di BK). Pulang dari PVJ, saya ketiduran di angkot (maaf mas Sam… :), lalu jalan kaki ke hotel, kami melewati Kantor Pusat PT. KAI, melewat gereja yang sama, lalu tibalah kami di hotel, untuk tidur dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Hari 2

Pagi hari ke dua, kami langsung check out dari hotel, dan melanjutkan perjalanan. Tujuan kali ini adalah gedung yang terkenal di Bandung, yaitu Gedung Sate.

Gedung Sate merupakan kantor Gubernur jawa Barat, sebelumnya kantor Gubernur Jabar ada di Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga. Gedung ini merupakan daya tarik. Mungkin karena bangunannya yang indah, dan menurut saya SIMETRIS!! Itu kesan pertama saya melhat Gedung Sate, gedungnya sangat simetris, arsitektur kental Belanda, ada juga yang menyebutkan arsiteksturnya merupakan Indo-Eropa. Kami tidak diizinkan masuk. Tapi, kami, atas saran mas Sam, masuk memutar dari gedung Kantor Pusat PT. Pos Indonesia, memutar ke belakang, dan tiba di Gedung Sate, namun ketahuan satpam sehingga kami tidak boleh masuk ke area Gedung Sate tersebut. Ya, foto-foto saja di samping area dan dalam waktu yang terbatas karena sudah diusir satpam 😀

Hari kedua kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi daya tarik Bandung yang lain, yaitu FACTORY OUTLET. Yang mana, Bandung sangat terkenal dengan fashionnya. Sempat singgah di beberapa toko, mulai dari Heritage, lalu ke toko lainnya, namun saya tidak membeli apapun. Alasannya: YUP!!! MAHALLL!!! Mungkin harga wajar untuk sepasang celana, namun saya tetap saja sayang membeli celana karena saya bisa mendapatkan celana serupa dan lebih murah di Tanah Abang atau Mangga Dua (hihi…) Sepulang dari FO, kami memutuskan untuk ke Prima Rasa, tempat membeli oleh-oleh. Kami membeli oleh-oleh disini karena terinspirasi mbak Faolina yang pernah membawa bolen dari Prima Rasa dan MUAKNYUSSS banget!!! Akhirnya menuju ke sana dan RAMAI!!!! Padahal masih jam 10 pagi. Tapi ramai luar biasa. Kami membeli oleh-oleh untuk kantor. Karena orang kantor suka dengan durian, maka kami membeli bolen rasa durian. Untuk harganya sendiri, yang rasa selain durian Rp35.000 dan untuk bolen rasa durian Rp38.000 Setelah membeli oleh-oleh, kami berencana makan Batagor yang terkenal, kalau tidak salah namanya Batagor Rini, namun kami tidak menemukan tempatnya, padahal sudah mencari ke sepanjang jalan di Pasteur. Alhasil, kami memutuskan untuk langsung pulang saja agar tidak terkena macet. Apalagi hari tersebut merupakan cuti bersama. Banyak yang berlibur di Bandung.

Sekian saja ceritanya, terima kasih kepada mbak Fao sekeluarga yang mau mengajak jalan-jalan, mas Sam yang menemani jalan-jalan di bandung, dan semoga bisa kembali ke sana lagi untuk jalan-jalan lagi…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

D4 oh D4 III

Assalamu’alaykum

I’M PROUDLY PRESENT SEKARANG SAYA ADALAH CALON MAHASISWA!!!!

Alhamdulillah, setelah melalui tes yang rumit, atas izin Allah SWT saya lulus USM D4 nya. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah…

Bermula dari BBM ulil teman sekosan saya yang menanyakan apakah saya lulus atau nggak pada tanggal 4 Desember 2013 yang lalu… Saya bingung karena di pengumuman tes disebutkan bahwa pengumuman tes D4 nya akan dipublish pada tanggal 13 Desember 2013. Nah si ulil bilang nggak, kalo pengumumannya sudah di publish, namun di protect  password. Dan saya cek twitter, ternyata sudah rame tentang pengumuman…..

Akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka link yang diberikan oleh temen di grup WhatsApp kantor dan Alhamdulillah… begitu melihat nama saya, saya langsung sujud syukur… Alhamdulillah nikmat Allah SWT yang tidak terhingga rasaya. Terbayang perjuangan meminta izin tahun lalu, terbayang juga belajar di sela-sela konsinyering, and I think, I was so worth the struggle!!!

Alhamdulillah sungguh luar biasa. Terima kasih pada Allah SWT, menjawab doa saya, terima kasih kepada orang tua yang mendoakan, terima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang saling membantu (khususnya tim soal bahas USM D4 Gatsu 40-42 dan teman-teman KITSDA), mas Joko Jatmiko yang membantu waktu pendaftaran USM,mas Sam, dkk… Tak lupa juga pada mas Edy Setiawan, teman sekamar waktu konsinyering, yang menyarankan untuk membahas soal-soal GMAT sebagai persiapan (ternyata benar, banyak soal-soal yang mirip… Trims mas Edy), dan seluruh teman2 yang mendukung (ini kayak pidato menang penghargaan ..hihi…)

Anyway, mohon doanya juga semoga perkuliahannya lancar (mulai kuliahnya 17 Maret 2014) dan saya bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum “resign” sementara menjadi pelaksana di KITSDA

Terima Kasihhh!!!!!

D4 oh D4 II

Assalamu’alaykum

Apa kabar semua? Alhamdulillah bisa menulis lagi setelah sekian lama tidak menulis.

Masih ingat kan? Postingan saya tentang ujian masuk D4 setahun yang lalu? Tentang keinginan saya yang amat sangat untuk ikut ujian D4 tahun 2012? Well, Alhamdulillah keinginan saya terwujud meskipun harus menunggu setahun.

Pada tanggal 6 dan 7 November 2013 kemarin, saya dan teman-teman di KITSDA KIDS 2011 berkesempatan untuk mengikuti USM D4 yang diselenggarakan oleh STAN. Yang ikut dari KITSDA pada waktu itu adalah saya, Reni, Pebi, Wiki, dan Mas Ipin (STAN 2006). Kami ujian di Jakarta kecuali Wiki yang ujian di Malang.

Mengingat materi ujiannya adalah TPA, Bahasa Inggris, dan Psikotes, jadi ya itu yang dipersiapkan. Meskipun, harus menghadapi kenyataan pahit bahwa saya udah lama ga ngerjain TPA dan susah ternyata setelah lama harus ngerjain TPA lagi… 😦 . Jadinya disempet-sempetin belajar TPA even waktu pelaksanaan konsinyering dibela-belain belajar setelah malam. Meskipun soalnya ga banyak yang dibahas tapi ya tetep belajar biar bisa lulus…

USM D4 nya dibagi dalam 2 hari, hari pertama itu TPA dan Bahasa Inggris, hari kedua adalah psikotes. Hari pertama jujur saja saya gugup luar biasa, karena ga ngerjain TPA lama dan ternyata oh ternyata, soal TPA nya susah. Sebenarnya bisa dikerjakan hanya saja waktunya harus agak lama. Soalnya “muter-muter” dan rumit hitungannya. Ya alhasil, TPA nya dari 120 soal, saya hanya bisa ngerjain sekitar 80-90 soal kalo ga salah. Yakin benar semua? Insya Allah tapi ga yakin juga @_@ karena emang rumit. Untung saya diberitahu Bakti (temen sekosan yang lulus D4 tahun 2012) bahwa sebaiknya mengerjakan soal TPA nya dari belakang karena itu gampang. Bener ternyata, 20 soal dari belakang itu alhamdulillah bisa dikerjakan semua dengan baik. Tapi, untuk kosa kata di TPA nya itu, susah banget banget banget. Ga pernah kedengeran semua kata-katanya. Stokastik, Ajengan, dll. Haduh saya mumet… hahaha… Untuk hitungannya juga rumit. Bisa dikerjakan tapi ketika waktunya sudah mau habis jadinya ga sempet dikerjain lagi. Ya Alhamdulillah saja bisa ngerjain meskipun sedikit. Ga berani nebak juga karena ada pakai sistem -1 kalau salah, jadinya jawab yang yakin benar saja deh (meskipun ga yakin juga benar adanya jawabannya hahahah…)

Untuk bahasa Inggrisnya, alhamdulillah ternyata mirip dengan soal-soal yang pernah saya bahas di buku-buku. ada 60 soal dan alhamdulillah bisa menjawab semuanya. Tapi ya itu tadi, yakin benar, tapi belum tentu juga keyakinan benar itu menurut kunci jawabannya juga benar. Ya Alhamdulillah saja. Yang penting sudah usaha yang terbaik.

Hari kedua itu, psikotes. Ada beberapa tools psikotes yang digunakan. Ada namanya EPPS (Edwards Personal Preference Schedule), semacam menentukan preferensi kita. Ada 225 soal disini yang berisi pernyataan-pernyataan yang harus dijawab. Mirip dengan PAPI KOSTICK (kebetulan saya sudah pernah mengerjakan PAPI KOSTICK), hanya saja jumlah soal pada PAPI KOSTICK lebih sedikit, hanya 90 soal. Ada juga tes DISC (Dominant, Influence, Steady, Conscientious), ada WARTEGG Test, ada Pauli juga (angka koran). Untuk psikotes ini ternyata melelahkan. Saya belum pernah psikotes, yang pernah hanya mengisi angka koran (pauli) waktu tes masuk SMA. Tapi, bedanya adalah angka pauli di SMA lebih sedikit dibandingkan dengan USM D4 kali ini. EPPS nya ada 225 soal yang harus dijawab semuanya dalam waktu sekitar 30 menit kalau ga salah. Ada tes menggambar orang, menggambar pohon juga. Paulinya juga sangat melelahkan. TIPS kalau mau ngerjain pauli, sebaiknya pakai pulpen. Saya agak menyesal sedikit memakai pensil karena tulisannya tidak jelas dan harus diraut kembali apabila sudah patah/tipis mata pensilnya dan itu sangat membuang waktu.

Ujian D4 kali ini, saya merasa bahwa saya sudah mati-matian ujiannya. Sudah mengerahkan seluruh upaya dan alhamdulillah bisa mengerjakan dengan maksimalnya saya. Semoga apapun hasilnya nanti, ini yang terbaik bagi saya. Mohon doanya juga semoga saya bisa lulus USM D4 kali ini. Sudah ingin sekali kuliah soalnya 🙂

Salam

Baksos Gatsu 40-42

Assalamu’alaykum..

Apa kabar?? Semoga dalam keadaan sehat wal’afiat. Oh ia, saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1434 Hijriah teman-teman. Semoga di bulan Ramadhan kali ini kita dapat memperbaiki diri dan seluruh amal ibadah yang kita lakukan pada bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT. Aamiinnn….

Oiya, tak lupa juga saya ingin mengucapkan… Happy 2nd Anniversary buat KITSDA KIDS 2011, untuk Nisa, Reni, Dwiki, Syukron, Pebi, Lily, dan saya. Semoga yang ingin fungsional diangkat fungsional…(saya kayaknya ga diangkat, habis ga dapat email…T_T)…yang tahun lalu ga dikasih D4, semoga dikasih D4 tahun ini (semangat untuk Pebi, Nisa, Reni, dan SAYA!!!!)… Aamiinn…

Eniwei, di postingan kali ini, saya ingin menceritakan pengalaman ketika baksos yang dilaksanakan tanggal 13 Juli 2013 yang lalu. Sebenarnya ide untuk melakukan bakti sosial (baksos) ini sudah direncanakan semenjak tahun 2012. Angkatan saya (STAN 2007) yang penempatan di sekitaran komplek Kantor Pusat DJP (komplek Gatsu) ingin mengadakan acara bakti sosial pada bulan Ramadhan. Namun, dikarenakan kesibukan masing-masing personil Gatsu 40-42, kegiatan tersebut terpaksa ditunda dan….alhamdulillah pada tanggal 13 Juli 2013 kemarin terlaksana.

Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Ar-Rochmah yang terletak di Jalan Japos, Ceger. Sebelumnya memang sudah diadakan survey oleh Adhika dan Ochid selaku promotor acara dan akhirnya tempat tersebutlah yang terpilih menjadi venue baksos kali ini. Baksos dilaksanakan bersama sekitar 50 orang anak yatim piatu dan anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu yang ada di daerah tersebut dan menjadi binaan dari Panti Asuhan Ar-Rochmah tersebut.

Pada kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 16.30 WIB tersebut, Gatsu 40-42 memberikan sumbangan berupa uang dan peralatan sekolah bagi panti asuhan tersebut. Kegiatan yang dipandu oleh Wulan dan SAYA!!! (hehe…saya MC nya) berjalan cukup meriah… (ia dongg… pede). Karena teman-teman dari panti asuhan tersebut sangat antusias. Kami juga membuat semacam kuis berhadiah bagi peserta yang berani maju ke depan untuk menjawab meskipun jawabannya salah… Yang paling lucu adalah peserta pertama, masih kecil. Masih umur 4 tahun… Pesertanya ompong, dan pede!!! Pertanyaan tentang Rukun Iman dijawab dengan “gak tahu…” Hahahah…. tapi karena dia berani, akhirnya kami memberikan hadiah bagi peserta tersebut. Ada juga Sundus, anak yatim piatu yang berprestasi di sekolah yang membuat kami (saya terutama) merasa malu dan sangat termotivasi melihat prestasi yang bisa dihasilkan oleh Sundus meskipun hidup tanpa bimbingan orang tua kandung nya. Acara juga dimeriahkan oleh cerita dari Syukron yang sangat bermakna tentang bagaimana menghargai waktu di dunia yang hanya sementara…..

Ternyata, para peserta baksos yang berkisar antara umur 4-17 tahun tersebut tidak tinggal di panti asuhan tersebut. Mereka adalah penduduk sekitar panti asuhan tersebut yang merjupakan anak yatim, piatu, maupun anak yatim piatu. Selain itu ada juga anak kurang mampu yang menjadi binaan panti asuhan tersebut. Kegiatan panti asuhannya cukup beragam ternyata. Selain mengajarkan keterampilan, juga ada program belajar membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an, dan lainnya.

Menurut saya pribadi, kegiatan tersebut cukup berkesan bagi saya karena saya baru pertama kali mengikuti kegiatan baksos seperti itu. Ada hal-hal yang membuat saya malu pada diri sendiri ketika berada di sana. Rasa ceria dari teman-teman binaan panti asuhan, rasa percaya diri, dan rasa syukur yang selalu mereka perlihatkan ketika kami bercengkrama. Tak ada guratan sedih dan malu di wajah mereka meskipun mereka ada pada kondisi yang kurang beruntung….

Semoga, kegiatan ini dapat terus kami laksanakan tidak hanya pada bulan Ramadhan, tapi juga pada bulan-bulan lainnya…. Terima Kasih gatsu 40-42….

P.S. Terima kasih Eko atas komiknya…

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

Goes to Banjarmasin…

Assalamu’alaykum wr. wb

Apa kabar ini bagi yang baca? Semoga baik2 dan sehat2 dan ganteng2 dan cantik2… 😀

Sebenernya udah lama mau nulis ini tapi ga kesampaian, akhirnya sekarang bisa nulis lagi sambil menahan ngantuk… 😀

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya dan teman2 beserta ibu kasubdit  KPKP ke ibukota Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kota Bannjarmasin.

Berawal dari konsinyering mengenai evaluasi In House Training yang diadakan oleh Subdit tempat saya bekerja, yaitu KPKP (Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai) di Mercure Hotel lebak Bulus beberapa minggu yang lalu, kemudian karena animo pegawai yang cukup besar dan adanya beberapa daerah yang hasil evaluasi IHT nya tidak cukup baik, maka kami memutuskan untuk mengadakan sosialisasi IHT di tempat-tempat yang hasil evaluasi IHT nya tidak cukup baik. Seingat saya ada beberapa tempat yang dikunjungi, yaitu: Riau dan Kepri, Medan, Siantar, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Bandung, Bekasi, Sidoarjo, Papua, dan Lombok. Tempat-tempat itu adalah lokasi Kantor Wilayah Dirjen Pajak yang akan dikunjungi. Kebetulan saya mendapatkan lokasi Banjarmasin, yatu Kantor Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pada tanggal 19 Maret 2013, saya, bang Sonny, Mbak Deni, dan Bu Hasti selaku Kasubdit KPKP berangkat menuju Banjarmasin. Pesawat kami berangkat pada pukul 11.50 WIB dan akan tiba di Banjarmasin pukul 14.50 WITA. Jujur saja ini adalah perjalanan saya pertama kalinya ke Pulau Kalimantan, pulau yang katanya tidak/jarang kena gempa bumi karena lokasinya yang tidak berada di atas lempeng-lempeng gempa (saya juga ga ngerti maksudnya dan nama lempengnya :p). Hujan menyambut kedatangan kami karena ketika mendarat memang awannya sangat rendah. Alhasil, hujan cukup deras (saya juga tidak tahu apa hubungannya awan rendah dan hujan deras :p)… Bandaranya ternyata, sepiiiii dan kecil. Hanya ada rombongan dari pesawat yang kami naiki dan dari 1 pesawat lain. Kalau kata bang Sonny, bandara ini melayani antar kota dalam propinsi karena setelah saya perhatikan schedule pesawat yang akan  berangkat dan tiba, semuanya masih dalam propinsi yang sama yaitu Kalimantan Selatan. Ada yang ke Muara Teweh dan tempat lainnya yang saya lupa nama kotanya. Mungkin pesawatnya sejenis pesawat kecil dengan baling-baling sepertinya ya…

Kami keluar bandara dan menuju tempat pembelian tiket taksi. Tidak seperti di Jakarta yang memakai argo, taksi di daerah Banjarmasin ini memakai tiket yang sudah tertera berapa ongkos yang harus kami bayar kepada supirnya sekali jalan. Dari bandara ke tempat kami menginap (Mercure Hotel Banjarmasin), kami harus membayar 90 ribu rupiah. Jumlah yang cukup murah untuk lama perjalanan yang cukup panjang. Dari bandara menuju hotel, kami hanya berjalan lurus dengan sedikit sekali berbelok. Benar-benar lurussss dan lurussss dan lurusss…lalu mengambil u-turn dan akhirnya tiba di lokasi hotel….

Hotelnya cukup bagus. Ternyata kata supir taksinya, hotel Mercure Banjarmasin ini adalah hotel yang baru dibangun, tapi tidak diberitahu kapan dibangunnya. Hotel ini satu komplek dengan pusat perbelanjaan Duta Mall Merlin. Saya senang dan bersyukur karena kalau lapar, tidak usah ribet cari makan atau memesan makanan hotel yang mahal… :D, tinggal turun berjalan sedikit  dan sampailah di Mall… (dasar anak mall…hehehe)… Tapi eh tapi, kami beruntung karena ternyata Bu Hasti menghubungi teman SMA nya yang ada di Banjarmasin, dan alhasil makan malam di hari pertama kami ditraktirrrr… Hehehe… (terima kasih Pak Maya atas traktirannya… :D)

Selama makan malam, kami banyak mengobrol dengan Pak maya dan teman nya (saya lupa namanya tapi asalnya dari Maluku). Keduanya adalah pelaut yang menetap di Banjarmasin (Kalau tidak salah). Dari mereka berdua kami sedikit banyak tahu tentang Banjarmasin. Mengenai kotanya, ekonominya (btw, mobil mewah banyak sekali yang beredar di jalanan di Kota Banjarmasin ini, HUmmer, Mini Cooper, Mercedes, BMW, dll). Ekonomi Banjarmasin bergerak di sektor perdagangn, khususnya Batu bara, karena banyak sekali orang yang datang ke Banjarmasin untuk melakukan investasi di bidang Batubara (saya dengar, Julia Perez alias Jupe juga berbisnis batubara di Banjarmasin loh…)

Dan…itu adalah awal mula dari petualangan yang luar biasa di keesokan harinya. Silakan tunggu postingan selanjutnya ya… Terima Kasih…

Tag Cloud